Thursday, January 3, 2013

Review: Cross Game by Adachi Mitsuru

-- THE LINK FOR THIS MANGA IS PROVIDED BELOW THIS POST! --

Click on the pictures to zoom.


Sebetulnya sih gue sering ketemu Cross Game kalo lagi nyari-nyari komik di Gramedia. Tapi entah kenapa, gue nggak tertarik karena tema-nya soal Baseball, game yang sangat gak familiar buat gue yang tinggal di Indonesia.

Tapi kemaren ini entah kenapa gue 'diarahkan' sama browser gue ke komik ini. Kebetulan Cross Game juga karya Adachi Mitsuru dan gue udah tau-tau lahh sama jalan cerita dia, pasti menghibur. Jadi gue putuskan baca juga komik ini karena kebetulan juga komiknya udah tamat, sama kayak Katsu!.

Jadi, inilah reviewnya!

[SPOILER ALERT]

Cross Game
Cross Game by Adachi Mitsuru

Cross Game, seperti yang gue bilang di atas merupakan komik baseball.

Pada awal cerita, dikisahkan seorang anak bernama Koh Kitamura, pemilik toko peralatan olahraga, bertetangga dengan keluarga Tsukishima yang memiliki batting center dan sebuah coffeehouse. Dikisahkan keluarga Tsukishima memiliki 4 anak perempuan. Anak kedua dari keluarga Tsukishima, Wakaba Tsukishima, bersahabat baik dengan Koh. Bahkan Waka terang-terangan sangat menyukai Koh. Berbeda dengan Aoba, adik Wakaba yang sangat membenci Koh karena Koh selalu memonopoli Wakaba.

The Tsukishimas. And old photo.

Top: Ichiyo Tsukishima
Left: Wakaba Tsukishima
Right: Aoba Tsukishima
Bottom: Momiji Tsukishima


Wakaba Tsukishima dan Koh Kitamura

Koh merupakan seorang anak yang tidak menaruh minat di bidang olahraga manapun. Ia hanyalah seorang marketing hebat yang mempromosikan produk toko keluarganya. Sayangnya hal ini makin membuat Aoba benci kepada Koh, ia menganggap Koh bukanlah anak lelaki normal karena ia lebih suka bermain dengan Wakaba. Tetapi Wakaba yakin bahwa Koh akan berada di Koshien jika ia sudah menetapkan keinginannya. Ohya, Wakaba juga merupakan anak tercantik di angkatannya, banyak anak laki-laki menyukainya.

Wakaba yang terlihat sangat cocok dengan Koh ternyata tidak mendapat ending yang bahagia. Sebelum perayaan festival musim panas, Wakaba pergi ke sekolah renang. Tapi ia tidak kembali. Ternyata Wakaba tenggelam saat menyelamatkan seorang anak yang terlebih dahulu tenggelam. Keluarga Tsukishima kembali berduka setelah mereka kehilangan sang ibu. Semua orang menangisi hal ini terutama Aoba, Koh, dan Akaishi. Akaishi merupakan petarung terkuat di sekolah dan ia sudah lama menyukai Wakaba. Penulis juga nangis........... :'(

Tahun-tahun pun berlalu. Kini Koh sudah duduk di kelas 3 SMP. Nakanishi, yang dulu ditipu Koh soal seragam baseball kembali mengajak Koh bermain baseball untuk sekedar kesenangan. Ia ingin mengumpulkan kembali tim baseball sewaktu SD dulu. Nakanishi tidak mengikuti klub baseball SMP karena suatu masalah; ia berkelahi dengan senior. Di luar dugaan, Nakanishi mendapati bahwa Koh merupakan pitcher yang luar biasa. Di luar bahwa Koh merupakan pelari yang cepat dan pernah mencetak home run sewaktu SD, Nakanishi sangat terkesima. Ia menemui Akaishi yang masih aktif di klub baseball SMP untuk melatih Koh secara rahasia. Hal ini dimaksudkan agar di SMA nanti mereka bertiga dapat membentuk tim yang hebat tanpa bergantung pada anggota senior. Dikisahkan tim baseball SMA Seishu sangat payah karena pelatihnya tidak bisa berbuat apa-apa dan anggota senior sangat lalai dalam berlatih.

Saat berlatih dengan Akaishi, ternyata Koh baru mengetahui bahwa mimpi terakhir Wakaba sebelum ia pergi ke sekolah berenang adalah; Koh menjadi pitcher di Koshien dan Akaishi menjadi catcher, semua bangku penonton penuh.

Aoba Tsukishima, Cross Game

Akhirnya tahun ajaran baru tiba dan Koh dkk telah menjadi siswa SMA Seishu. Rumor yang beredar ternyata benar, bahwa tahun ini SMA Seishu kedatangan pelatih yang sudah terkenal, Daimon, dan murid-murid yang sangat berbakat di bidang baseball. Diadakanlah test untuk membagi klub baseball menjadi dua, prefab squad dan tim unggulan. Koh, Nakanishi, dan Akaishi tidak mengikuti test ini.

Aoba akhirnya menyadari bahwa Koh merupakan seorang pitcher yang hebat. Pada hari sebelum pertandingan antara tim prefab dengan tim unggulan, Koh mengajak Aoba bermain lempar-tangkap. Aoba terpaksa mengakui Koh memang hebat, dan sepertinya Aoba menjadi sedikit kagum dengan Koh.
Daimon felt his doom

Melalui sebuah pertandingan, pelatih yang dipanggil, Daimon, berhasil didepak dari SMU Seishu. Wakil kepala sekolah yang tertangkap basah berbuat curang oleh Ketua Yayasan juga dikeluarkan dari sekolah. Akhirnya di SMU Seishu tak ada lagi pembagian tim. Anggota tim unggulan banyak yang pindah ke sekolah lain tetapi ada juga yang tinggal, Azuma, sang batter unggul.

Banyak hal lucu yang terjadi di Cross Game.  Misalnya Koh yang menganggap ucapan terima kasih Aoba merupakan 'kutukan'. Tiap kali Aoba berterima kasih, pasti musibah terjadi.
The first accident
The second 'thank you'....

... caused the second one, with Akane
The third one, with Akane again.

Atau adanya jokes yang ringan dari perseteruan Koh dan Aoba..



Aoba dan Koh yang ternyata 'kutu buku' makin keren!!!
Hubungan antara Aoba dan Koh juga semakin membaik, walaupun Aoba masih sering bersikap acuh terhadap Koh. Suatu hari Mizuki Asami, sepupu Aoba pindah ke rumah keluarga Tsukishima. Mizuki yang merupakan seorang anak pendaki gunung terkenal memutuskan untuk menetap di Jepang. Ternyata Mizuki juga punya maksud tertentu, dengan statement-nya, "Cousins can get married." Yap, dari dulu Mizuki memang menyukai Aoba. Sayangnya seperti yang Aoba pernah katakan, "The guy who I like is someone who pitches 160 km/h." Jadi Mizuki jelas tidak memiliki harapan sebab ia adalah seorang pendaki gunung.

Pada suatu hari, sebuah toko soba dibuka di dekat toko olahraga milik keluarga Kitamura. Anak keluarga pemilik toko soba, Akane Takigawa, sangatlah mirip dengan Wakaba. Koh, Aoba, dan Akaishi serta orang-orang terdekat Wakaba dulu sangat terkejut dengan fakta ini. Mereka seperti merasa Akane merupakan Wakaba yang bertumbuh menjadi dewasa. Koh juga menemukan bahwa Akane memiliki kepribadian yang sama dengan Wakaba. Akane bersekolah di sekolah khusus wanita, tetapi banyak siswa SMU lain yang menyukainya. Koh dan Akaishi (yang dulu menyukai Wakaba) seperti melihat diri Wakaba dalam diri Akane, sehingga mulai menyukainya. Aoba juga merasa dekat dengan Akane. Bahkan suatu ketika Akane bekerja di coffehouse keluarga Tsukishima, orang-orang seperti melihat 4 bersaudara itu lengkap kembali.

Yuhei Azuma, sang batter hebat ternyata menyukai Aoba. Disini tidak terlihat jelas apakah Koh cemburu terhadapnya. Tetapi memang inilah ciri khas Adachi, kita menebak sendiri ekspresi tokoh lewat mimik muka. Aoba sepertinya memberi perhatian pada Azuma hanya karena ia tidak ingin menggantung perasaan Azuma. Tapi terlihat jelas bahwa Aoba sebenarnya lebih malu-malu kepada Koh.

Aoba Tsukishima, sang anak ketiga sedang dekat dengan Azuma (Koh dianggap hanya sebagai teman kecilnya oleh sang Ayah), sedangkan Momiji juga sedang dekat dengan seseorang temannya. Ternyata Ichiyo Tsukishima, sang anak pertama, juga demikian. Ternyata Azuma memiliki kakak, Junpei Azuma. Junpeo menyukai Ichiyo dan bertandang setiap hari ke coffehouse Tsukishima.

Pada akhirnya tiba juga pertandingan musim panas di tahun ketiga Koh dkk di SMU. Setelah sebelumnya kalah saat mereka kelas dua oleh Ryuoh, kali ini mereka akan bertemu Ryuoh di final. Sekolah pemenang pertandingan musim panas ini akan mendapat jaminan pergi ke Koshien, lapangan baseball bergengsi di Jepang. Ryuoh sendiri sudah menjadi pemenang 2 kali dan bisa ke Koshien. Ichiyo di luar dugaan mengajukan syarat jika Junpei Azuma ingin menikahinya; SMU Seishu harus bisa lolos ke Koshien.

Koh Kitamura, Cross Game
Oleh karena syarat itu maka Junpei Azuma bersama dengan Aoba Tsukishima bersikeras melatih tim SMU Seishu sekuat tenaga. Sepertinya tim SMU Seishu yang junior juga merespon dengan baik karena mereka juga tekun berlatih.

Tibalah juga saatnya pertandingan. SMU Seishu berhasil melewati tahap-tahap seleksi dengan baik hingga lolos semifinal dan tibalah waktunya bertanding melawan Ryuoh. Melalui pertandingan ini banyak sekali gejolak yang hadir. Diantaranya Koh yang kelihatan kurang tidur karena memikirkan Akane yang ternyata harus dioperasi di rumah sakit. Koh juga berjanji untuk melempar bola dengan kecepatan 160/km pada Aoba. And you know how that would mean..
Before the game, Aoba finally shows that she is actually jealous.
:3
Sebetulnya pertandingan ini seru sekali, bahkan jika Anda tidak mengerti baseball sama sekali (seperti saya..) dan rasanya sulit dideskripsikan dengan kata-kata. Jadi langsung saja ke endingnya..

Feel the excitement.
Hard to not feeling excited!
Koshien, here they come!

Akhirnya Aoba mengetahui kalau Koh memang bisa melempar dengan kecepatan bola 160 km/jam, selain itu Seishu untuk pertama kalinya berhasil ke Koshien dengan mengalahkan Ryuoh, yang disebut-sebut sedang mendapat anggota terbaik mereka dalam sejarah Ryuoh. Junpei Azuma juga sedang mempersiapkan pernikahaannya dengan Ichiyo. SMU Seishu bersiap pergi ke Koshien. Sebelum itu, Akaishi pergi menjenguk Akane yang baru selesai operasi. Cerita ini berakhir dengan Aoba dan Koh 'berdamai' dengan bergandengan tangan saat menunggu kereta ke Koshien.
The hand-holding
So cuteeee^^

***

Bisa dibilang cerita ini sangat mirip dengan Katsu!. Komiknya sama-sama mencampur komedi, percintaan, dan olahraga pastinya. Plot cerita juga tidak banyak berubah, disini terdapat sang tokoh utama, Koh Kitamura dan tokoh utama perempuan, Aoba Tsukishima yang sama-sama merupakan perempuan tangguh yang sangat andal di bidang olahraga. Aoba boleh dikatakan mirip sekali personality-nya dengan Katsu Mitzutani dalam Katsu! yang tomboy tetapi cantik. Munculnya tokoh yang boleh dikatakan menyebalkan dan 'rame' serta ikut menyukai sang tokoh utama perempuan, kemudian kabur di bagian akhir juga ada yaitu Senda. Tokoh Senda mirip sekali dengan Kawakami dalam Katsu!. Disini juga diceritakan bahwa isu hubungan antara Aoba dan Koh tersebar di sekolah.


Boleh dibilang saya lebih menyukai Cross Game dibandingkan Katsu! meskipun tetap, Katsu! lah komik pertama yang membuat saya tergila-gila dan ketagihan untuk membacanya berulang-ulang. Dalam Cross Game, antara Aoba dan Koh lebih terlihat 'cute' dengan pertengkaran keduanya, berbeda dengan Katsuki Satoyama yang memang sudah menyukai Mizutani di Katsu!. Penghambat antara mereka juga tidak terlalu menyebalkan. Tidak seperti di Katsu! dimana Rika Nanjo, Shinichi Misaki, dan Kimoto sangat menyebalkan, Akane dan Azuma tampak bersahabat. Mereka bahkan cenderung mendukung hubungan antara Aoba dan Koh. Memang disini ada Mizaki, sepupu Aoba, yang tampak mengganggu, tapi sepertinya tidak membawa gangguan berarti.

Komik Cross Game juga lebih kaya dibandingkan Katsu!. Hal ini dikarenakan tokoh yang ditampilkan lebih banyak. Aoba Tsukishima dikisahkan mempunyai 4 saudara, lalu tokoh antagonis maupun tritagonis juga banyak sehingga tidak membosankan. Adachi Mitsuru juga menyuguhkan kisah yang tidak mudah tertebak kali ini. Secara tidak terduga, Wakaba Tsukishima meninggal dunia. Kemudian karier SMU Seishu juga tidak semulus itu.

Meskipun begitu, membaca Cross Game dan Katsu! dapat membawa random feeling tersendiri. Bagaimana tidak, wajah tokoh utamanya terlihat sama. Saya seperti melihat diri Katsuki Mizutani di dalam diri Wakaba, sehingga ketika Wakaba meninggal saya juga merasa sedih dan membayangkan Mizutani. Awalnya saya sempat merasa gimanaa gitu terhadap Aoba. Tetapi pembawaan diri Aoba yang somehow keren banget mampu membuat saya jatuh cinta juga sama tokoh ini.

Akhir Cross Game boleh dibilang lebih 'halus' daripada akhir cerita Katsu!. Selain itu saya senang karena disini Koh tidak diceritakan gagal dalam karier akademisnya. #carapandangakademisi

Untuk Adachi Mitsuru sendiri, sampai sekarang saya masih salut terhadap beliau. Cara gambar beliau yang tidak biasa sangatlah unik. Meskipun kemiripan tokoh per seri komik boleh dibilang 'membingungkan' tapi detail latar belakang sangatlah menakjubkan. Teknik pewarnaannya juga sangat keren, menurut saya. Selain itu cara gambar gesture tokoh amatlah layak dipuji. Dan tak bosan-bosan saya katakan, penggambaran ekspresi tokoh melalui mata sangatttttt keren!
The gestures of Adachi Mitsuru


Adachi Mitsuru's coloring.
Even the shines and shadows, he did that well.


Amazing detail, and that's still not his best.
But you understand how hard it is to draw nets on your drawing, don't you?

Tidak mengerti baseball? Well, inilah yang pertama kali membuat saya malas membaca Cross Game. tapi percayalah, seiring Anda membaca komik ini, pasti nanti jadi ngerti sendiri meskipun ga gitu mendetail pemahamannya. Lagipula gak ngerti pun rasanya gak rugi buat baca. Cerita yang ditawarkan begitu epic dan ga ngerti pun Anda pasti dapet euforia-nya dan akan merasa 'keseruan' sendiri.

WARNING - Bagi kalian yang baca ini setelah baca Katsu! dan jadi ngefans abis sama Katsuki Mizutani. Kenapa? Karena disini Wakaba mirip sama Mizutani...... :'(

OKEH! KALIAN LANGSUNG AJA BACA CROSS GAME DI SINI!!!

ALL RIGHT! JUST READ THIS AMAZING MANGA HERE!!!

There are 170 chapters in Cross Game, but it always shows 10 chapters reverse because 10 first chapters aren't counted in as they are just Seasons of Wakaba.


Rate 4.9 / 5.0 tuh gue berani ngasih tinggi..

[NEXT PROJECT] Perahu Kertas by Dee

8 comments:

  1. Iseng2 browsing di google, nemu juga review salah satu manga adachi-sensei (Cross Game) yg lumayan lengkap! :D Thank you.. Recommend nih, coba baca komik H2 (karya Adachi-sensei) bagus tuh ceritanya Baseball juga mirip Cross Game. :)

    ReplyDelete
  2. Iya, sempet pengen baca tapi saya kurang suka sama gambarnya H2 -__- sekarang lagi sibuk tapi kalo ada waktu pengen baca Adventure Boys sama Mix :D

    ReplyDelete
  3. Hahaha.. Iya, gambaran H2 masih gambaran lama khas Adachi-sensei. XDD
    Meskipun hanya 1 buku, bagus juga tuh Adventure Boys. :D Saya sudah baca soalnya. Mix, emm.. ohhh.. Karya adachi-sensei yg baru itu ya?

    ReplyDelete
  4. wah wajib dibaca nih kayaknya Adventure Boys..

    Iya kalo gasalah yang terbaru

    ReplyDelete
  5. Yup, kmaren2 abis baca sih Mix. Lumayanlah.. :D bagus, meskipun ceritanya Baseball lagi. ^_^"a

    ReplyDelete
  6. Honestly, gue sangat-sangat-sangat suka sama komik Uncle Adatchi satu ini. *jingkrak-jingkra*
    pertama kali bca komik Adatchi waktu SMA kmren, dan itu bukan Cross Game, tapi Touch yang ujung2nya nangis juga. Hehe
    Setelah Touch yang critanya berisi baseball juga, gue bca Akane, Katsu, Cross Game, dan A&Q. H2 belom sempet baca. Rough juga sama.
    Tapi bener2 jatuh cinta ya sama Cross Game ini. Versi animasinya juga bagus kok :D
    Sorry ya, komen-nya kepanjangan. Serasa curhat aje jadinya. *wink*

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha.. ngak pa2 sist. mantap. saya kurang Rough juga, baru baca sampai vol. 2. :)

      Delete
    2. whoops, saya baru baca, ehehe. ngga apa-apa, saya ngerasa seneng banget ternyata dengan postingan (yang cheesy berat ini) bisa ketemu sama orang-orang yang ternyata suka juga sama Adachi Mitsuru :)

      Delete